Halaman

Minggu, 23 September 2018

Local Area Network ( LAN )

LAN atau kepanjangan dari Local Area Network merupakan jaringan komputer dengan cakupan jaringan yang wilayahnya kecil seperti jaringan komputer gedung, kampus, kantor, sekolah, di dalam rumah, atau di dalam satu ruangan. Kebanyakan LAN saat ini berbasis teknologi Ieee 802.3. Ethernet dan menggunakan perangkat switch yang memiliki kecepatan transfer data 10, 100, 1000 Mbit/s. Saat ini teknologinya menggunakan 802.11b atau WiFi untuk membuat LAN. Biasanya, tempat – tempat yang menyediakan LAN dengan memanfaatkan WiFi sering disebut dengan hotspot.
Di sebuah LAN, setiap komputer atau node memiliki daya komputasi sendiri. Hal ini tidak sama dengan konsep dump termimal. Tiap komputer juga mampu mengakses sumber daya di LAN sesuai hak akses yang sudah diatur. Sumber daya ini dapat berupa perangkat atau data seperti printer. Di LAN, pengguna juga bisa berkomunikasi dengan pengguna lainnya dengan aplikasi yang sesuai.
Tidak sama dengan jaringan WAN atau Jaringan Area Luas, LAN memiliki karakteristik memiliki pusat data yang tinggi, mencakup wilayah geografi yang sempit, dan tidak memerlukan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi. Salah satu komputer dalam jaringan komputer biasanya digunakan sebagai server yang mengatur seluruh sistem di jaringan itu.


Jangkauan (Coverage Area) 
LAN adalah sebuah jarinngan komputer dengan jangkauan area yang terbatas dan hubungan fisik antar komputer saling berdekatan. Misalnya jaringan komputer disebuah kantor , jaringan komputer di sebuah ruangan kerja (laboratorium). Jarak jangkauan LAN adalah 10 sampai 1000 meter.

Hardware untuk LAN

Untuk membangun sebuah jaringan komputer, tentu saja ada banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah faktor hardware. Hardware atau perangkat keras merupakan elemen yang sangat vital dalam pembentukan jaringan komputer. Apabila kekurangan satu elemen hardware saja, maka dapat dipastikan suatu jaringan tidak akan dapat berjalan dengan sempurnya. Berikut ini adalah beberapa hardware atau perangkat keras yang bisa digunakan pada jaringan komputer :
1. Komputer Server
Perangkat keras komputer pertama yang merupakan perangkat penting dalam jaringan komputer adalah sever. Ya, server merupakan salah satu perangkat yang sangat penting, karena server merupakan pusat dari jaringan komputer. Semua data penting yang nantinya akan disebarkan melalui jaringan internet semuanya berada padakompute server. Komputer server ini nantinya akan saling terhubung dengan komputer – komputer client, yang dapat mengakses data dari server tersebut.



·         Fungsi utama dari server
Fungsi utama dari server adalah sebagai database informasi yang nantinya akan dikirimkan dan juga disebarkan oleh jaringan. Semua data tersebut akan ditransmisikan melalui sistem jaringan agar nantinya dapat sampai ke komputer client. Kecanggihan fungsi CPU pada komputer server ini sangat penting dalam menunjang keandalan jaringan agar tidak terjadi komputer sering hang.
·         Spesifikasi khusus dari komputer server
Dengan tugasnya yang harus bisa menyediakan data bagi client yang terhubung ke dalam jaringannya, maka komputer server wajib mampu untuk beroperasi secara penuh, yaitu 24 jam sehari. Maka dari itu, biasanya komputer server memiliki spesifikasi yang tidak ada pada komputer biasa pada umumnya, seperti power supply yang lebih baik, harddisk yang memiliki kapasitas besar, processor yang jauh lebih cepat dan tidak mudah panas, kapasitas RAM yang besar, serta berbagai spesifikasi khusus lainnya.
·         Kebutuhan dan penanganan komputer server
Selain itu, ada baiknya komputer server diletakkan di dalam suatu ruangan dengan sistem pendingin udara yang tetap berjalan, sehingga hal ini dapat mengurangi peningkatan suhu panas pada komputer server.


2. Komputer user atau client
Perangkat keras dalam jaringan komputer yang kedua adalah komputer client atau user, sering juga dkenal dengan istilah terminal ataupun workstation. Secara umum, komputer client ini merupakan komputer umum yang digunakan untuk memperoleh data dari server.
Ibarat rantai makanan di dalam ilmu ekologi, komputer server adalah tanaman penyedia makanan, sedangkan komputer client adalah hewan yang memakan hasil buah dari tanaman tersebut. Artinya, komputer client ini di tugaskan untuk menarik data yang ada di komputer server.
Komputer client yang sudah terhubung ke dalam jaringan, akan dapat memperoleh informasi dan juga akses terhadap komputer server. Komputer client ini dioperasikan secara manual oleh usernya, yaitu manusia untuk berbagai macam kebutuhan, seperti mencari data, bermain game online, ataupun keperluan lainnya.

3. Hub
Fungsi utama dari hub adalah untuk membagi jaringan dari satu server menuju ke client komputer dalam satu jaringan, terutama jaringan LAN alias lokal. Secara teoritis, hub sendiri adalah sebuah hardware atau perangkat keras yang merupaan suatu central connection point pada suatu jaringan, yang berfungsi untuk menerima sinyal dari server atau host dan kemudian mentransmisikannya ke client yang akan membentuk suatu jaringan.
Dengan adanya central connection point ini, maka hub dapat mentransmisikan data dari server menuju lebih dari satu client yang terhubung dalam satu jaringan LAN. Apabila anda hanya ingin sekedar membagi satu jaringan lokal ke dalam beberapa komputer saja, maka hub merupakan salah satu perangkat keras yang tepat.
Fungsi Hub
·         Membuat jaringan lokal dari beberapa komputer
·         Mentransmisikan jaringan, terutama LAN
·         Penguat sinyal dari suatu jaringan
·         Mempengaruhi proses konektivitas antar jaringan
Kelemahan dari hub
·   Apabila hub mengalami kerusakan, maka keseluruhan jaringan komputer akan mengalami kegagalan
·      Tidak bisa mengatur kecepatan ataupun jumlah paket data yang ditransmisikan ke komputer client
4. Switch
Switch memiliki fungsi yang sama seperti hub, yaitu dapat membantu memecah – mecah jaringan lokal. Dari satu komputer server atau host, anda dapat menggunakan switch untuk mengkoneksikan lebih dari satu komputer client ke dalam satu jaringan LAN atau lokal.


·         Perbedaan Hub Dengan Switch
Yang membedakan fungsi hub dengan switch adalah kemampuannya. Switch memiliki kemampuan yang lebih pintar daripada hub, karena switch mampu membatasi dan juga mengatur jumlah paket data yang ditransmisikan ke dalam komputer client yang terhubung dalam jaringan. Jadi, dengan menggunakan swictch, pengaturan data antar client bisa dibedakan.

·         Fungsi Utama dari switch
o    Untuk menerima sinyal dan juga data dari komputer atau server
o    Mentransmisikan data dari server atau host ke dalam jaringan dan kepada client
o    Memperkuat sinyal yang ditransmisikan dari server atau host menuju client
o    Dapat mengatur dan juga membatasi jumlah paket data yang ditransmisikan kepada client.
o    Sebagai central connection point
o    Dapat berfungsi sebagai repeater
o    Sebagai splitter atau pemisah antar komputer di dalam suatu jaringan.
5. Bridge
Bridge memiliki fungsi utama untuk menjembatani jaringan. Maksud dari menjembatani jaringan adalah bridge dapat menggabungkan lebih dari satu jaringan lokal ke dalam satu jaringan lokal yang lebih luas, ataupun sebaliknya, memecah satu jaringan lokal / LAN yang luas menjadi beberapa jaringan lokal yang lebih kecil. Selain itu, bridge juga dapat menjadi penghubung antar dua atau lebih jaringan lokal dengan topologi jaringan yang berbeda – beda.
Fungsi bridge akan sangat terasa apabila anda berada di dalam lingkungan instansi besar, yang terdiri dari beberapa ruangan kantor atau divisi yang letak gedungnya berjauhan. Seluruh komputer antar gedung akan dapat tetap saling terhubung denngan satu jaringan LAN induk dengan menggunakan bridge.
Fungsi dan Keunggulan Bridge
·       Memecah jaringan LAN yang besar, menjadi jaringan – jaringan kecil untuk gedung atau ruangan tertentu
·         Menghemat biaya operasional, hanya membutuhkan satu server saja untuk banyak gedung dalam jangkauan yang luas
·         Bisa digunakan untuk memecah jaringan LAN hingga ke luar pulau
·         Menjaga keamanan data dari suatu organisasi
·         Mempermudah proses monitoring pada suatu jaringan yang lebih kecil
6. Router
Perangkat keras dalam jaringan komputer berikutnya adalah router. Router sendiri secara teknis memiliki fungsi untuk melakukan penghalaan, atau menyalurkan koneksi internet melalui protokol TCP IP menuju komputer client.
Secara khusus, fungsi router bisa seperti access point, dimana bisa meneruskan koneksi internet dari broadband atau provider mernuju lokasi komputer client. Namun demikian, pada dasarnya fungsi router jauh lebih banyak dari pada itu, karena router digunakan untuk memberikan rute atau jalan – jalan tertentu bagi paket data yang ditransmisikan.
·         Penggunaan dan implementasi router
Contoh penggnaan router biasanya berada di perkantoran atau kampus, dimana router akan menerima sinyal paket data, dan kemudian router akan melakukan proses routing paket data tersebut ke lokasi – lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya oleh operator router.
Router sangat cocok untuk digunakan pada satu atau lebih gedung perkantoran, kampus, ataupun mall untuk mentransmisikan paket – paket data ke dalam access point. Dalam hal ini, router memang memiliki peran ganda yang tumpang tindih dengan access point dalam jaringan komputer.
7. Access Point
Apabila anda mengetahui bahwa router memilki fungsi yang sama seperti access point, lalu apa keunggulan dari access point? Access point memiliki keunggulan, yaitu harganya yang lebih murah dibandingkan dengan router, serta pengaplikasiannya yang jauh lebih sederhana.
Acces point hanya digunakan untuk memancarkan sinyal wireless yang diterima dari router ataupun broadband untuk membuat suatu jaringan WLAN atau wireless area network. Fungsi ini jauh lebih sederhana apabila dibandingkan dengan router, yang memiliki fungsi yang sangat kompleks dan banyak.
Keunggulan Acces Point
·         Harga yang lebih murah
·         Perawatan yang lebih mudah
·         Bisa langsung tersambung dengan router ataupun broadband
·         Sudah mendukung penggunaan wireless (yang saat ini access point jga sering kita kenal dengan istilah hotspot)
·         Dapat digunakan dalam ruangan kecil hingga sedang
8. Kabel
Ketika berbicara mengenai jaringan, pastilah kita wajib memilki kabel. Ya, kabel berfungsi untuk membawa paket data dari server menuju client, tentunya dalam suatu jaringan yang bukan merupakan jaringan wireless.
Biasanya, kabel yang digunakan adalah jenis kabel UTP atau Unshielded Twisted Pair, Coaxial, dan juga kabel Fiber Optic. Tentu saja penggunaan kabel dalam jaringan komputer sangat efisien, terutama ketika anda ingin membangun sebuah jaringan lokal, karena biaya yang lebih murah dibandingakn dengan perangkat wireless.
Kekurangan penggunaan kabel
·         Instalasi yang cenderung rumit, karena harus mempertimbangkan lokasi penempatan kabel yang aman
·         Butuh kabel dalam jumlah banyak
9. NIC atau Ethernet Card
NIC merupakan kependekan dari Network Interface Card, yang merupakan suatu kartu -yang juga kita kenal dengan istilah ethernet card- yang memegang peranan penting dalam jaringan kompoter. Ethernet card merupakan kartu jaringan yang ditanamnkan pada komputer, yang mana akan membuat sebuha komputer mampu terhubung ke dalam jaringan LAN.


·         Fungsi ethernet card
Dengan adanya ethernet card ini, maka setiap komputer bisa saling terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan koneksi kabel. Namun demikian, mungkin saat ini ethernet card sudah jarnag digunakan, meskipun merupakan salah satu protokol standar dalam sebuah sistem komputer. Hal ini tidak lain dan juga tidak bukan adalah karena penemuan teknologi wireless yang lebih praktis dan juga mudah untuk diaplikasikan. Untuk lebih jelasnya mengenai ethernet, anda bisa membaca manfaat LAN card dan juga fungsi LAN Card.
10. Modem
Perangkat keras berikutnya yang merupakan perangkat penting dalam jaringan komputer adalah modem. Modem merupakan kepanjangan dari modulator dan demodulator. Secara harafiah itu berarti modem merupakan suatu bentuk komunikasi dua arah yang dimana modem bisa melakukan proses perubahan data sinyal digital menjadi analog, dan kemudian bisa merubah kembali sinyal tersbut menjadi digital agar bisa digunakan di dalam komputer.

·         Penggunaan modem saat ini
Saat ini perkembangan modem sudah jauh lebih pesat, dulu, modem digunakan untuk menggunakan koneksi Dial-up yang dikenal dengan nama Modem ADSL. Saat ini, modem sudah berbentuk USB, sehingga mudah digunakan. Selain itu, ada pula modem yang memiliki fungsi yang digabung dengan router, sehingga semua fungsi modem, router dan juga access point berada di dalam satu alat saja.
11. Konektor
Konektor merupakan alat yang di pasang pada masing masing ujung kabel jaringan untuk menghubungkan adapter network dengan kabel. Berbagai jenis konektor jaringan ini harus disesuaikan dengan tipe dan jenis kabel jaringan yang dipakai.
·         Konektor RJ-45 digunakan untuk Kabel UTP
·         Konektor BNC/T digunakan untuk Kabel Coaxial
·         Konektor ST digunakan untuk Kabel Fiber Optic
12. Repeater
Repeater merupakan perangkat keras jaringan komputer untuk memperkuat sinyal jika digunakan pada jarak yang jauh. Dengan adanya repeater ini jaringan yang tidak terjangkau oleh jarak yang cukup jauh dalam suatu lan, dapat dikembangkan dan di tarik agak jauh dan memperoleh sinyal yang cukup.
Itu adalah beberapa perangkat keras yang biasa digunakan untuk kepentingan jaringan komputer. Meskipun memiliki banyak perangkat keras, namun demikian, untuk keperluan personal, seperti di dalam rumah, anda hanya mmebutuhkan dua perangkat, yaitu PC dan juga acces point saja untuk membuat jaringan WLAN di dalam rumah anda. Kedua hardware tersebut sudah cukup untuk membangun sebuah jaringan WLAN di dalam rumah anda, sehingga anda tidak perlu berkutat dengan banyak kabel dan juga banyak perangkat keras
Demikianlah artikel mengenai perangkat keras pada jaringan komputer. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan juga dapat berguna bagi anda semua.


Software untuk LAN
Pada suatu jaringan yang akan dibangun selain memerlukan komponen-komponen hardware, seperti yang sudah aku postingkan beberapa waktu lalu, membagun sebuah jaringan juga diperlukan komponen komponen lainnya, maka pada kesempatan kali ini akan aku postingkan tentang komponen jaringan yaitu tentang software atau perangkat lunak yang diperlukan dalam membangun sebuah jaringan. Artikel ini aku ambil dari beberapa sumber

Komponen Software

1. Sistem Operasi Jaringan
OS Jaringan adalah sebuah program yang mengendalikan dan mengatur lalu-lintas suatu network serta menyediakan pelayanan kepada komputer-komputer yang terdapat pada network tersebut, misal Microsoft® Windows NT, 2000, 2003 SERVER, LINUX. Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan system operasi jaringan peer to peer. Jaringan Client-Server, Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation. Jaringan Peer To Peer, bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

2. Network Adapter Driver
Network Adapter Driver adalah program agar NIC dapat terdeteksi di computer terutama untuk OS windows 98 dan 2000, untuk Windows XP biasanya auto detect. Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.

3. Protokol Jaringan
Protokol adalah aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah  jaringan, aturan itu termasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data. Protokol-Protokol yang dikenal adalah sebagai berikut:
a. Ethernet
Protocol Ethernet sejauh ini adalah yang paling banyak digunakan, Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Sistem ini menjelaskan bahwa setiap komputer memperhatikan ke dalam kabel dari network sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas atau bersih komputer akan mentransmisikan data, jika ada transmisi lain di dalam kabel, komputer akan  menunggu dan akan mencoba kembali transmisi jika jaringan telah bersih. Kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi pada saat yang sama, ketika  hal ini terjadi, masing-masing komputer akan mundur dan akan menunggu kesempatan secara acak untuk mentransmisikan data kembali. Metode ini dikenal  dengan koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari network. Protokol Ethernet dapat digunakan untuk pada model jaringan Garis lurus, Bintang, atau Pohon. Data dapat ditransmisikan melewati kabel twisted pair, koaksial, ataupun kabel fiber optic pada kecepatan 10 Mbps.

b. Local Talk
LocalTalk adalah sebuh protokol network yang di kembangkan oleh Apple Computer, Inc. untuk mesin-mesin komputer Macintosh. Metode yang digunakan oleh LocalTalk adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). Hampir sama dengan CSMA/CD, Adapter LocalTalk dan cable twisted pair khusus dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer melewati port serial. Sistem Operasi Macintosh memungkinkan koneksi secara jaringan peer-to-peer tanpa membutuhkan tambahan aplikasi khusus. Protokol LocalTalk dapat digunakan untuk model jaringan Garis Lurus, Bintang, ataupun model Pohon dengan menggunakan kabel twisted pair. Kekurangan yang paling mencolok yaitu kecepatan transmisinya. Kecepatan transmisinya hanya 230 Kbps.

c. Token Ring
Protokol Token di kembangkan oleh IBM pada pertengahan tahun 1980. Metode Aksesnya melalui lewatnya sebuah token dalam sebuah lingkaran seperti Cincin. Dalam lingkaran token, komputer-komputer dihubungkan satu dengan yang lainnya seperti  sebuah cincin. Sebuah Sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari sebuah komputer-menuju ke komputer berikutnya. Jika pada persinggahan di salah satu komputer ternyata ada data yang ingin ditransmisikan, token akan mengangkutnya ke tempat dimana data itu ingin ditujukan, token bergerak terus untuk saling mengkoneksikan diantara masing-masing komputer. Protokol Token Ring membutuhkan model jaringan Bintang dengan menggunakan kabel twisted pair atau kabel fiber optic dan dapat melakukan kecepatan transmisi 4 Mbps atau 16 Mbps. Sejalan dengan perkembangan Ethernet, penggunaan Token Ring makin berkurang sampai sekarang.

d. FDDI
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah sebuah Protokol jaringan yang menghubungkan antara dua atau lebih jaringan bahkan pada jarak yang jauh. Metode aksesnya yang digunakan oleh FDDI adalah model token. FDDI menggunakan dua buah topologi ring secara fisik. Proses transmisi baiasanya menggunakan satu buah ring, namun jika ada masalah ditemukan akan secara otomatis menggunakan ring yang kedua. Sebuah  keuntungan  dari FDDI  adalah kecepatan  dengan menggunakan fiber optic cable pada kecepatan 100 Mbps.

e. ATM
ATM adalah singkatan dari Asynchronous Transfer Mode (ATM) yaitu sebuah protokol jaringan yang mentransmisikan pada kecepatan 155 Mbps atau lebih. ATM mentarnsmisikan data kedalam satu paket dimana pada protokol yang  lain mentransfer pada besar-kecilnya paket. ATM mendukung variasi media seperti video, CD-audio, dan gambar. ATM bekerja pada model topologi Bintang, dengan menggunakan Kabel fiber optic ataupun kabel twisted pair. ATM pada umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih LAN. Dia juga banyak dipakai oleh Internet Service Provider (ISP) untuk meningkatkan kecepatan akses Internet untuk klien mereka.

Kelebihan dan Kekurangan LAN
Kelebihan dari jaringan LAN adalah sebagai berikut:
1.    Pemakaian sumber daya secara bersama-sama
2.     Memungkinkan adanya transfer file antar bagian dengan melalui suatu server pengatur lalu lintas informasi
3.     Efektifitas dan efisiensi kerja menjadi lebih produktif
4.     Lebih banyak terminal yang terhubung ke sistem
5.     Mengurangi pemakaian kabel jika dibandingkan dengan sistem conect one by one
6.    Memungkinkan komunikasi melalui e-mail
7.     Adanya pembakuan user interface
8.     Perlindungan investasi dan rahasia data karena adanya server pengatur dan password

Sedangkan kekurangan dari jaringan LAN adalah sebagai berikut :  
1.    Instrumentasi tidak sederhana    
2.    Ada kemungkinan password dapat ditembus
3.     Perlu pengendali pemakain software
4.     Software harus dirancang untuk multi user
5.     Semua layer model OSI harus dilaksanakan (protokol/aturan yang digunakan)
6.     Virus mungkin dapat menyebar melalui jaringan.

Implementasi LAN
Karena LAN yang memiliki jarak jaringan yang tidak luas sehingga hanya digunakan pada area terbatas. LAN bisa diimplementasikan di gedung perkantoran, gedung sekolah dll.


Topologi LAN
Topologi jaringan merupakan pola atau bentuk hubungan antar terminal dalam suatu jaringan komputer secara fisik. Pola ini berhubungan erat dengan metode akses dan media pengiriman yang digunakan. Artinya topologi yang akan digunakan akan berpengaruh terhadap alat dan bahan yang dibutuhkan dan akhirnya berbeda juga dana/anggaran yang akan kita keluarkan dalam membangun jaringan tersebut.
Dalam jaringan Local Area Network (LAN) terdapat 3 jenis topologi jaringan yaitu topologi Bus, Topologi Star dan Topologi Ring. Akan tetapi dari ke-3 jenis topologi tersebut, jika digabungkan akan menghasilkan jenis topologi yang baru seperti topologi Mesh dan topologi Tree. Setiap topologi yang dibangun tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing jika dilihat dari aspek berikut:
  1. Jenis dan Ukuran Organisasi
  2. Keamanan Jaringan
  3. Dukungan / Sumber daya yang tersedia
  4. Trafik jaringan
  5. Anggaran biaya
  6. kebutuhan pengguna
K-6 hal diatas berlaku pada semua jenis jaringan baik jaringan Local Area Network (LAN) maupun Wide Area Network (WAN). Akan tetapi pada kesempatan ini saya akan mengupas 5 jenis topologi jaringan Local Area Network (LAN) saja sedagkan untuk jenis topologi jaringan WAN akan dibahas pada pembahasan yang lain.
1. Topologi Bus

Topologi bus merupakan topologi yang seemua terminal terbuhung ke satu jalur komunikasi. dan semua informasi yang dikirim akan melewati semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat yang tercantum dalam data sesuai dengan alamat pada terminal itu, maka data atau informasi akan diterima lalu diproses. Akan tetapi jika alamat data tidak sesuai, maka data akan diabaikan oleh terminal.
Karakteristik dari topologi Bus adalah sebagai berikut:
  1. Sederhana dalam instalasi
  2. Terdapat satu jalur komunikasi yang menghubungkan masing-masing node
  3. Dapat terjadi collision yang disebabkan sinyal/data mengalir dua arah pada jalur yang sama
  4. Jika salah satu segmen putus, maka seluruh jaringan akan terhenti
  5. Jalur utama berupa bentangan kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
Kelebihan dari tolopogi Bus adalah sebagai berikut:
  1. Kecepatan transfer data relatif cepat untuk jaringan berskala kecil
  2. Penambahan/ekspansi jaringan dapat mudah dilakukan
  3. Hemat kabel
Sedangkan kelemahan dari topologi Bus adalah:
  1. Sulit mendeteksi terjadinya kerusakan
  2. Semakin banyak terminal pada jaringan, maka akan semakin sering terjadi collision sehingga mengakibatkan kecepatan transfer data menjadi menurun/lambat
  3. Untuk skala jaringan kecil, kabel yang digunakan biasanya menggunakan jenis kabel Coaxial dengan konektornya adalah BNC/TBNC.
2. Topologi Star
Topologi Star

Topologi star mempunyai ciri yaitu terdapat Concentrator (biasanya berupa Hub/Switch) yang berfungsi  sebagai pengatur dan pengendali untuk semua komunikasi data yang terjadi. Pada topologi star semua host langsung dihubungkan terhadap concentrator tersebut dengan demikian kualitas dan jaringan sangat bergantung kepada concentrator tersebut. Sedangkan banyaknya host/terminal yang terhubung pada jaringan tergantung pada jumlah port pada Hub/Switch yang digunakan.
Karakeristik dari topologi Star adalah sebagai berikut:
  1. Setiap terminal langsung berhubungan dengan concentrator, sehingga jaringan tidak terputus ketika ada salah satu host/workstation yang terganggu.
  2. Jaringan mudah dikembangkan, hal ini karena setiap host hanya memiliki kabel yang langsung terhubung dengan concentrator.
  3. Dapat menggunakan kabel lower grade karena hanya memiliki satu lalu lintas saja dan biasanya menggunakan kabel UTP.

Kelebihan dari topologi star adalah:
  1. Adanya central node/concentrator yang mengatur transmisi data sehingga memudahkan pengelolaan jaringan
  2. Mudah dalam pengembangan jaringan
  3. Deteksi kerusakan lebih mudah
  4. Transfer data lebih mudah dan efisien
Adapun kelemahan dari topologi star adalah sebagai berikut:
  1. Memerlukan kabel yang cukup banyak
  2. Media transmisi data menggunakan kabel UTP yang rentan terhadap gangguan magnetik, listrik dan getaran
  3. Memerlukan perawatan secara berkala
  4. Jika concentrator (Hub/Switch) mati maka seluruh jaringan akan terputus.

3. Topologi Ring

Gambar Topologi Ring
Topologi Ring sebenarnya mirip dengan topoogi bus, tetapi pada kedua terminal ujungnya dihubungkan sehingga menyerupai lingkaran. Pada topologi ini, setiap informasi yag diperoleh akan diperiksa alamatnya oleh setiap terminal yang dilewati sampai pada terminal yang dituju. Jika belum sampai pada terminal yang dituju, maka informasi akan dilewatkan sampai menemukan alamat yang benar. Pada topologi ini, jika terjadi kerusakan pada salah satu terminal maka seluruh jaringan akan terganggu. Karakteristik topologi ini hampir sama dengan topologi bus yang membedakannya adalah pada topologi ring kedua ujungnya dihubungkan sedangkan pada topologi bus kedua ujunnya terpisah dan di tutup menggunakan terminator.

 Kelebihan topologi Ring adalah sebagai berikut:
  1. Hemat kabel
  2. Penataan kabel sederhana
  3. Dapat melayani lalu lintas data yang padat
  4. Tidak membutuhkan hub/switch
Sedangkan kelemahan dari topologi ini adalah sebagai berikut:
  1. Rentan terhadap kesalahan dan gangguan jika salah satu terminal rusak
  2. Pengembangan lebih kaku
  3. Jika terjadi kerusakan pada salah satu terminal bisa mengakibatkan jaringan menjadi lumpuh
  4. Pengiriman data berlangsung lambat yang disebabkan karena pengiriman menunggu giliran token.
4. Topologi Mesh

Gambar Topologi Mesh
Pada topologi mesh, setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya menggunakan melalui beberapa jalur, sehingga jika satu jalur terputus, maka koneksi jaringan tidak akan terputus karena masih ada jalur yang lain sebagai backupnya. Akan tetapi yang menjadi masalah pada pembangunan topologi ini adalah biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar. Hal ini disebabkan karena jalur yang digunakan bukan hanya satu melainkan banyak sehingga kebutuhan media transmisi yang harus dibeli menjadi bertambah.
5. Topologi Tree

Gambar Topologi Jaringan Tree
Topologi  Jaringan Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.
·     Kelebihan topologi tree adalah mudah menemukan suatu kesalahan dan juga mudah melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.
·      Kekurangan nya yaitu menggunakan banyak kabel, sering terjadi tabrakan dan lambat, jika terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu juga.
Pada penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa secara umum bisa digunakan/dibangun namun untuk memilih topologi yang akan dibangun sebaiknya perhatikan beberapa hal diantaranya :
  1. Biaya; Berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membangun jaringan yang tentunya disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki
  2. Kecepatan; dukungan kecepatan sistem yang dibutuhkan tergantung pada sistem yang digunakan
  3. Lingkungan; pengaruh faktor lingkungan terhadap jaringan (listrik, cuaca dan lain-lain)
  4. Ukuran; berapa besar ukuran jaringan yang akan dibangun
  5. Konektivitas

Demikian penjelasan singkat mengenai 5 Jenis topologi jaringan LAN beserta kelebihan dan kelemahan masing-masing, semoga dapat memberi banyak manfaat bagi penulis dan pembaca..